Orang Ramai

Berita Cinta & Cerita

Saya pernah berkirim surat cinta kepada seorang perempuan. Untaian kata yang menurut saya ketika itu sudah sangat indah.

Usia saya masih dua belas tahun menuju tiga belas. Pada umur segitu, saya pastikan bahwa kemampuan saya menulis surat, sudah jauh melampaui Raihan.

Saya pandai menulis surat, dianggap juga bisa bikin puisi. Karena sejak kecil saya sudah gemar membaca.Saya tulis surat itu sampai empat halaman.

Baca Juga : Pak Paloh, Tinggalkan Saja PKS! 

Seribu karakter lebih! Tapi surat sepanjang itu, dibalas Sakinah dengan sangat singkat. Singkat tapi padat. “Maaf, ini bukan persoalan apakah aku bisa membalas cintamu atau tidak, tapi aku sudah ada yang punya.

Kamu terlambat!“ Mendapat balasan surat sepadat itu, saya harus bisa membalasnya kembali dengan ungkapan yang juga padat, tapi tepat sasaran. “Keterlambatan itu bukan satu kesalahan.

Sebab, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali!“ Seorang kawan yang bertugas menjadi kurir datang kepada saya. Dia bercerita, bahwa Sakinah setelah menerima surat yang ke dua itu, ia tampak murung, tapi tidak menulis surat balasan.

Menerima kabar itu, saya simpulkan bahwa Sakinah sudah mulai galau. Dia belum membalas, karena pikirannya sedang kalut membuat pertimbangan. Tak mau banyak membuang waktu, segera saya tulis lagi surat yang ke tiga, singkat padat.

“Maka, jangan abaikan keterlambatan ini. Tolong, beri ia tempat di hatimu…“ Itu cerita tentang jibaku mengejar cinta. Terlambat, tapi tetap harus dikejar. Beda lagi cerita keterlambatan menyadari kesalahan.

Orang-orang Gelora, yang sebagiannya adalah mantan aktivis PKS, mereka ini saya sebut sebagai orang-orang yang terlambat menyadari kesalahan. Mereka baru sadar bahwa PKS itu salah.

Bahwa PKS bagi Indonesia, ternyata serupa ulat yang melata pada daun hijau. Ulat tampak biasa dan sekilas seperti menghiasi daun. Tapi, tanpa terlihat mata, ternyata ia merusak daun itu. Merobeknya bukan dari tepi, tapi justru dari tengah!

Oleh karena itu, ketika tersiar kabar bahwa ada upaya KPU meloloskan Partai Gelora sekedar untuk menggembosi PKS, saya bilang kepada kawan-kawan, biarkan saja. Tidak usah direaksi!

Saya katakan pada Mr. Andik Sugio Basoeki yang merupakan petinggi Dewan Syariah PKS Bengkulu tempo doeloe, “Ngapain digembosi, bukannya Sampean justru ingin PKS bubar?!“

PKS bubar atau tidak setelah 2024, itu adalah catatan ilalang yang tak seorangpun tahu. Tapi walau terlambat, sebaiknya memang PKS bubar atau membubarkan diri. Indonesia ini terlalu berharga, jika harus menjadi taman bermain bagi orang-orang yang justru sedang berupaya mengubah bentuk dan keasriannya. (Abrar Rifai)

Pin It on Pinterest

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
%d bloggers like this: